Biru PAN Keluarga Ikang Fawzi di Pelangi Bintaro

Biru PAN Keluarga Ikang Fawzi di Pelangi Bintaro
Ikang Fawzi, Marissa Haque, Bella Fawzi, dan Chikita Fawzi

Aniversary Celebration at the Titlis Mountain, Swiss

Aniversary Celebration at the Titlis Mountain, Swiss
My Love Ikang Fawzi & Me Marissa Haque

Tiga Permata Hatiku Selamanya

Tiga Permata Hatiku Selamanya
Bella Fawzi, Chikita Fawzi, Ikang Fawzi

Setia Nurul Muliawati binti Moekmin adalah Ibu Mertuaku Terkasih

Setia Nurul Muliawati binti Moekmin adalah Ibu Mertuaku Terkasih
Mencuri Hati Calon Ibu Mertua dengan Membuatnya Bahagia Anaknya Diperhatikan & Dicintai

My Family is My Beautiful Gift from Allah

My Family is My Beautiful Gift from Allah
My Family is My Beautiful Gift from Allah

Berbahagianya Melihat Ayahku Haji Allen Haque Kompak dengan Mantu Pertama Kesayangannya Ikang Fawzi

Berbahagianya Melihat Ayahku Haji Allen Haque Kompak dengan Mantu Pertama Kesayangannya Ikang Fawzi
Breda, Holland, Kampung Halaman Kakek dari Ayahku, My Love Ikang Fawzi & Papa Haji Allen Haque

Cinta Putih Ikang Fawzi & Marissa Haque

Cinta Putih Ikang Fawzi & Marissa Haque
Cinta Putih Ikang Marissa di Film Yang Kukuh dan Yang Runtuh

Tinggal Landas Buat Kekasih, Cinta Putih Ikang Fawzi & Marissa Haque

Tinggal Landas Buat Kekasih, Cinta Putih Ikang Fawzi & Marissa Haque
Tinggal Landas Buat Kekasih, Cinta Putih Ikang Fawzi & Marissa Haque

Cinta pada Pandang Pertama Ikang Fawzi pada Marissa Haque

Cinta pada Pandang Pertama Ikang Fawzi pada Marissa Haque
Ikang Fawzi Berhutang-budi Sampai Mati, pada Sutradara Sophan Sophiaan karena Perjodohan Berkelanjutan dengan Marissa Haque dalam Film Tinggal Landas, PT Gramedia Film, 1984

Cover Majalah Ayah Bunda Ayah Ikang & Ibu Icha

Cover Majalah Ayah Bunda Ayah Ikang & Ibu Icha
Bella Fawzi & Chikita Fawzi, Majalah Ayah Bunda Ayah Ikang & Ibu Icha

Ikang My Love Sangat Setia Mendampingi saat Pilkada Banten 2006

Ikang My Love Sangat Setia Mendampingi saat Pilkada Banten 2006
Ikang Fawzi, Marissa Haque, Zulkieflimansya, Berbecak di Serang, Banten, Pilkada Banten 2006

The Ikang Fawzi Team

The Ikang Fawzi Team
Masa Kecil Dua Putri Ikang Fawzi & Marissa Haque

Fotoku Ini adalah Pengganti Foto Christine Panjaitan Mantan Pacar Ikang Fawzi di Meja Tulisnya

Fotoku Ini adalah Pengganti Foto Christine Panjaitan Mantan Pacar Ikang Fawzi di Meja Tulisnya
Sepotong Foto di Meja Pacarku Ikang Fawzi: Marissa Haque

Ibu Yuya Fawzi yang Sangat Sayang Kepadaku

Ibu Yuya Fawzi yang Sangat Sayang Kepadaku
Alhamdulillah Ibunya Ikang Murni Mendukung Pilihan Anaknya untuk Dinikahi

Vollendam with Bella in My Tummy

Vollendam with Bella in My Tummy
Ikang & Marissa dalam Baju Buderij, Hamil Bella Fawzi di Vollendam, Belanda

Bersama Mengupayakan Kebersamaan yang Berkualitas

Bersama Mengupayakan Kebersamaan yang Berkualitas
Keluarga Harmoni Ikang Fawzi & Marissa Haque

Benteng Pertahanan Terkahirku

Benteng Pertahanan Terkahirku
Bella & Kiki yang Jadi Pertimbangan, Marissa & Ikang

Mampukah Pernikahan Ini Kami Pertahankan

Mampukah Pernikahan Ini Kami Pertahankan
Saya Marissa Haque Masih Sangat Mencintai Keluargaku Ikang Fawzi, Bella Fawzi, Chikita Fawzi

Buah dari Film Tinggal Landas Buat Kekasih, Suamiku Ikang Fawzi

Buah dari Film Tinggal Landas Buat Kekasih, Suamiku Ikang Fawzi
Hadiah & Karunia Allah SWT yang Tak Terkira, Untukku Suami Terbaik di Dunia Insya Allah

Ibu Icha Cantik Sekali: Ayah Ikang Suamimu

Ibu Icha Cantik Sekali: Ayah Ikang Suamimu
Marissa Haque, Perempuannya Ayah Ikang Fawzi-ku

Karya Photo Abadi Ratna Djuwita, Pikiran Rakyat, Bandung

Karya Photo Abadi Ratna Djuwita, Pikiran Rakyat, Bandung
Ikang Fawzi Setia Menemani sang Pacar Marissa Haque, dan Piala Citra 1985 FFI di Kota Bandung Hadiahnya, Photo By Ratna Djuwita, Pikiran Rakyat, Bandung, 1985

Film Produksi Keluarga Ikang & Marissa, PT RAM Films

Film Produksi Keluarga Ikang & Marissa, PT RAM Films
Film Yang Tercinta, Produksi PT Rana Artha Mulia Films, Produser Marissa Haque Fawzi & Ikang Fawzi, 1993

Kasihku

Kasihku
Setiap Hari Selalu Ingin Bertemu, Itulah erasaan Saya & Ikang pada Tahun 1985

Perjumpaan di Film Berikutnya dengan Pacarku Ikang Fawzi

Perjumpaan di Film Berikutnya dengan Pacarku Ikang Fawzi
Bersama dan Semakin Sayang, dalam FIlm "Yang KUkuh dan Yang Runtuh", PT Virgo Putra Film, Stdr: Wahab Abdi

Mengantarkan Bella Memperdalam Ilmu Bahasa Inggris di RELC (SEAMEO) Singapura

Mengantarkan Bella Memperdalam Ilmu Bahasa Inggris di RELC (SEAMEO) Singapura
My Love Ikang Fawzi, Bella Fawzi Sulung Kami, Saya Marissa Haquei in Singapore

Rabu, 17 November 2010

Tekad Kami Satu Istri, Satu Suami, Sampai Mati: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Satu Istri, Satu Suami Sampai Mati

Jumat, 12 November 2010
Setiap orang tentu berhak cemburu. Demikian pula Marissa Haque. Dan kecemburuan itu diungkapkan dalam blog. Tapi akhirnya blog itu jadi konsumsi publik.
Bagi Marissa Haque, blog adalah sebuah buku harian tempat ia mencurahkan perasaan hatinya. Ketika Icha, demikian Marissa biasa disapa merasa tidak nyaman kala suaminya tampil menyanyi bersama Vina Panduwinata, ia pun langsung menuliskan unek-uneknya dalam blog.

Postingan berjudul Cinta Kami Dalam 25 Tahun Pernikahan Marissa Haque Untuk Ikang Fawzi itu Icha menuliskan keberatannya ketika Vina menempelkan tubuhnya ke tubuh Ikang Fawzi. Belum lagi kebiasaan cipika cipiki yang membuat Marissa kian cemburu berat.

”Saya marah kepada mereka,” ucap Icha. Karena hal itu, Ikang pun lantas meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. ”Saya hargai sikap Ikang Fawzi suamiku, dan dia tahu saya bersikap tegas pun karena saya mencintainya serta ingin keluarga kami satu istri satu suami sampai mati,” tegas seleb yang dikenal cerdas itu.

Demi menenteramkan istrinya, Ikang pun memuji kecantikan lahir dan batin Icha. Tentu saja hal itu diungkapkan dalam blog-nya. Sumpah janjiku pada Icha dari dulu hingga kini dan tak berubah, hanya satu… yang pasti satu tak mungkin lagi kubagi… Ah! Icha… Icha… Icha… I Love You full my Love. Hanya satu kamu…

Namun, permasalahan yang diungkapkan lewat blog itu sebenarnya sudah selesai sejak beberapa bulan lalu. Pasalnya, blog itu juga ditulis pada 9 Agustus lalu. Sementara kejadian yang membuat Icha cemburu berat terjadi pada 29 November 2009, saat konser Music Odyssey untuk mengenang perjalanan 30 tahun Twilite Orchestra.

Baik Icha maupun Ikang sudah menyelesaikan masalah lewat sebuah rekonsiliasi yang terjadi pada 9 Agustus dan ditulis Icha pada 10 Agustus. Beberapa butir rekonsiliasi tertulis dalam tulisan itu. Sehingga ketika Ikang dikonfirmasi tentang hal itu, rocker yang kini berprofesi sebagai pengusaha ini tidak ’berselera’ merespon. ”Wah, saya nggak tahu tuh. Emang ada ya? Sejak kapan?” kata Ikang balik bertanya.

Icha sendiri heran mengapa curhat itu baru ramai pada pekan lalu. Padahal dia memposting tulisan itu sudah lama. Icha menganggap ada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan sehingga baru ’ramai’ pekan lalu. Kegiatan menulis blog antara Ikang dan Icha sepertinya sudah jadi sesuatu yang rutin. Mereka memuji, melancarkan protes, merayu dan sebagainya lewat blog.

Tidak heran banyak sekali tulisan-tulisan seperti berbalas pantun yang diposting orangtua dari Isabella Fawzi dan Kiki Fawzi ini. Sehingga pasangan ini menganggap biasa tulisan-tulisan yang ada di blog masing-masing. Mereka juga tidak terganggu sedikit pun tentang kehebohan di luar yang diakibatkan tulisan-tulisan yang menyerang itu. Hubungan pasangan suami istri juga tetap harmonis.

Terbukti pasca heboh curhat itu, keduanya menghadiri wisuda mahasiswa Politeknik LP3I di Sabuga Bandung. Mereka hadir sebagai Duta LP3I. Ikang Pada wisuda kali ini, penyanyi Ikang Fawzi hadir untuk memberi pembekalan sekaligus mempersembahkan lagu Gebyar-gebyar untuk para wisudawan.

Sementara itu Vina Panduwinata yang menjadi subyek tulisan Icha mengaku tidak terpengaruh. Hal ini ditegaskan Vina melalui managernya, Ine Atilla. ”Tidak terpengaruh sama sekali. Tidak ada rencana untuk meng-clear-kan masalah,” tegas Ine.

Isi blog itu pun rupanya tidak berpengaruh pada hubungan antara Ikang Fawzi dengan Vina. ”Tidak jadi masalah kok. Biasa saja. Malahan Mbak Vina khawatir akan anak-anaknya. Mbak Vina sama Mas Ikang satu geng, kalau ketemu itu biasa rangkul-rangkulan, apalagi kalau nggak ketemu lama. Sekarang juga jarang ketemu,” tambah Ine.

Selain itu, Ine juga menegaskan jika hal ini tidak berdampak pada keluarga Vina. Namun, beberapa penggemar Vina memang sempat marah. Tapi untungnya semuanya bisa ditenangkan. ”Penggemar Vina sempat terpancing marah. Bahkan sempat ditelepon dan membuat status di saya dan minta penjelasan ke saya. Tetapi setelah saya jelasin mereka tahu,” katanya.

Dalam blog Marissa Haque yang menuturkan soal kecemburuannya terhadap kedekatan sang suami, Ikang Fawzi, dengan Vina Panduwinata ketika menghadiri sebuah acara musik bersama. Menurutnya, Vina cuek-cuek saja menanggapinya. ”Kasus itu sudah satu tahun yang lalu dan kita jujur bingung kenapa baru ramai sekarang. Tapi itu nggak berpengaruh kok sama Mbak Vina. Kami nggak mau menanggapi itu semua. Malahan, kita justru bingung Mbak Vina nggak punya musuh sama siapapun selama 9 tahun saya bersama dia,” jelas Ine.*ratih

Minggu, 12 September 2010

Lebaran Hari Kedua bersama "Sang Pencerah": Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Jejak Langkah Ahmad Dahlan (dalam film/lebaran 2010)


Sutradara dan penulis skenario: Hanung Bramantyo

Pemain: Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca, Giring Nidji, Slamet Rahardjo, Ihsan Tarore

Produksi: MVP Pictures

------

Gulungan karton berukuran satu meter persegi itu dibentangkan di dinding. Sebuah gambar peta dunia. Di hadapan para kiai sepuh yang memandangnya sinis, pemuda 21 tahun itu dengan tegas mengatakan arah kiblat semua masjid dan langgar harus diubah. Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka’bah di Mekah, melainkan ke Afrika. “Tak perlu mengubah arah masjid, cukup menggeser posisi kiblat saja,” katanya.

Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kiai Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau. Apalagi bukan sekali ini Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) membuat para kiai naik darah.

Dalam khotbah pertamanya sebagai khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman, Yogyakarta. “Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen,” katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi. Dahlan, yang piawai bermain biola, dianggap kontroversial, bahkan disebut-sebut sebagai kiai kafir. Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat.

Meski sempat putus asa, Dahlan, yang juga dituduh sebagai kiai kejawen karena dekat dengan organisasi Boedi Oetomo, tetap pada niat awalnya: menyebarkan ajaran Islam secara benar. Islam sebagai agama yang mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, rahmatan lil alamin, bukan agama mistik dan takhayul seperti anggapan kalangan Eropa dan kaum modern saat itu. Maka, bersama istri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca), dan lima murid setianya, Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara), dan Dirjo (Abdurrahman Arif), dia membentuk organisasi Muhammadiyah pada 19 November 1912.

Inilah sepenggal kisah Ahmad Dahlan (1868-1923) yang tersaji dalam film Sang Pencerah. Film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu membawa kita mengenal lebih dekat tokoh pendiri Muhammadiyah yang selama ini namanya lebih dikenal sebagai nama jalan semata. Selama 109 menit, kita diajak menyelami pergulatan fisik dan pemikirannya, sejak anak-anak hingga dewasa.

Lihatlah bagaimana Dahlan muda (diperankan penyanyi jebolan Indonesian Idol, Ihsan Tarore) gundah dengan tradisi yang berlaku di kampungnya yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Dengan kenakalan khas remaja, dia kerap mencuri makanan yang diletakkan warga kampung di bawah pohon besar sebagai sesajen untuk dibagikan ke fakir miskin.

Sebagai sebuah biografi, Sang Pencerah mampu menghadirkan tontonan yang menarik. Meskipun alur cerita terkadang lambat, plot yang menarik, konflik-konflik yang dibangun sepanjang cerita, bumbu kekonyolan, serta tata musik yang digarap serius mampu membuat penonton betah di tempat duduknya. Apalagi didukung para pemain yang mampu menunjukkan akting yang cukup maksimal. Lukman Sardi, yang tampil sebagai pemuda pejuang dalam film Darah Garuda yang juga dirilis hari ini, mampu menghadirkan sosok Ahmad Dahlan yang karismatik. Kualitas akting maksimal juga ditunjukkan para pemain lainnya, seperti Slamet Rahardjo, termasuk Ikranegara dan Yati Surachman, yang tampil cuma sebentar.

Hanung, yang pernah menggarap Ayat-ayat Cinta dan Perempuan Berkalung Sorban, mengaku tidak mudah melayarlebarkan tokoh sebesar Ahmad Dahlan. “Banyak cerita, sisi humanis ataupun kehidupan pribadinya, yang tidak diketahui dan dipahami bahkan oleh orang-orang yang dekat dengan beliau,” kata Hanung, yang mengaku sampai 12 kali mengubah naskah skenarionya. Begitu pula karakter tokoh-tokoh lain, seperti Nyai Ahmad Dahlan ataupun sang ayah, Kiai Abu Bakar.

Sebagai sutradara, Hanung juga dituntut untuk menghidupkan atmosfer dan lanskap Yogyakarta pada akhir 1800-an. “Kami harus membangun satu set yang menggambarkan Kota Yogyakarta pada zaman Ahmad Dahlan. Lalu bagaimana kami set Kota Yogya itu pada sekitar 1924, termasuk bangunan masjid besar,” alumnus Institut Kesenian Jakarta ini memaparkan. Selain dilakukan di Yogyakarta, syuting digelar di Museum Kereta Api Ambarawa dan kompleks Kebun Raya Bogor yang disulap menjadi Jalan Malioboro lengkap dengan Tugu Yogyakarta. Maka tak mengherankan bila dana yang dikeluarkan untuk pembuatan film ini lumayan besar, sekitar Rp 12 miliar.

Mengembalikan dan mereka ulang bangunan Masjid Agung Kauman, Kota Gede, Bintaran, dan wilayah keraton seratus tahun silam dengan bangunan set lokasi serealistis jelas bukan pekerjaan mudah. Untuk menyiasati biaya, Hanung juga banyak melakukan retouching dari setting lokasi yang tersedia. “Jadi, kalau ada bangunan tua, kami tuain lagi, misalnya lantai marmer dibikin sedemikian rupa jadi terlihat seperti lantai tanah,” Hanung menerangkan. Di beberapa adegan, misalnya saat Dahlan beribadah haji, Hanung juga menggunakan potongan film dokumenter lama yang didapatnya dari Perpustakaan Nasional.

Selain itu, biaya besar dibutuhkan untuk kostum pemain. Misalnya, pakaian batik yang dikenakan pemain mesti sesuai dengan batik pada 1900. Jarik atau kain panjang sengaja didesain khusus untuk film Sang Pencerah sesuai dengan motif yang memang dikenal pada 1900-an; termasuk perlengkapan sorban yang sengaja dibuat sendiri untuk keperluan syuting.

Oleh: NUNUY NURHAYATI

Rabu, 26 Mei 2010

Tasawuf Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque

TASAWUF

Oleh : Annemarie Schimmel dalam Ikang Fawzi & Marissa Haque



DALAM pemahaman berbagai agama, nama seseorang mempunyai suatu kekuatan yang istimewa. Nama merupakan petunjuk, perlambang, simbol, representasi dari sebuah hasrat adiluhung yang dengan cara misterius mempengaruhi orang-orang yang diberi nama. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa kaum Muslim beranggapan bahwa nama Nabi mengandung suatu berkah yang sangat istimewa.
Muhammad dan Ahmad

Hassan bin Tsabit, penyair Nabi, dalam salah satu syairnya menunjukkan hubungan antara nama Muhammad dan mahmud, salah satu nama Allah. Muhammad adalah bentuk pasif-partisip dari bentuk kedua kata kerja hamada “memuji, menyanjung,” dan mengandung arti “(dia yang) patut dipuji, (orang yang) sering disanjung.” Mahmud adalah bentuk pasif-partisip dari bentuk pertama dari akar kata kerja yang sama, “(dia yang) dipuji, kepada siapa pujian ditujukan.” Karena surat pertama dalam al-Quran dimulai dengan Al-Hamdu lillah, “Segala puji bagi Allah”, maka Allah adalah “Yang patut dipuji,” yaitu mahmud par excellence. Al-Darimi, pengumpul hadis abad kesembilan, menjelaskan bahwa Nabi bernama Muhammad dan Ahmad. Umatnya adalah umat terpuji (hamd) yang ritus shalatnya dimulai dengan pujian (hamd).



Di antara nama-nama itu, Ahmad telah mendapatkan makna khusus dalam teologi Islam. Surat 61:5 menyatakan bahwa Allah akan “mengutus seorang nabi dengan nama Ahmad,” atau “yang namanya sangat patut dipuji.” Kalimat ini dianggap oleh kaum Muslim sebagai acuan kepada Paraclete yang kehadirannya telah diramalkan dalam Kitab Injil Yahya. Dengan penafsiran semacam itu, Ahmad menjadi diterima secara umum sebagai nama Nabi dalam Kitab Taurat dan Injil. Dalam Mastnawi-nya, Rumi mengatakan bahwa beberapa orang Kristen kuno suka mencium nama Ahmad dalam Injil.
Di samping nama-nama yang disebutkan oleh Nabi sendiri, kaum Muslim mengembangkan berbagai nama untuknya yang mereka katakan berasal dari al-Quran atau hadis. Tetapi bahkan sembilan puluh sembilan nama tampaknya tidaklah cukup bagi Nabi. Segera saja dua ratus nama dikemukakan satu demi satu, selanjutnya bahkan seribu nama. Kepercayaan umum menyatakan bahwa Nabi dipanggil dengan nama tertentu oleh setiap jenis makhluk. Para penyair juga tak henti-hentinya menemukan nama-nama baru bagi Nabi tercinta. Rangkaian julukan yang indah-indah ini, yang dikemukakan dengan sangat mencolok segera dikenal di mana-mana. Selanjutnya atribut-atribut Nabi sering digunakan sebagai nama-nama panggilan, baik secara sendiri-sendiri, atau dengan digabungkan.


Nama Nabi untuk Kelahiran Anak Laki-laki

Karena nama Muhammad mengandung berkah yang sangat kuat, setiap anak lelaki harus diberi nama itu, atau paling tidak salah kata jadiannya atau padanannya. Imam Ja’far al-Shadiq, Imam Keenam Syi’ah, menyatakan bahwa Allah akan menyeru pada Hari Kiamat: “Setiap orang yang bernama Muhammad hendaklah bangkit dan masuk surga!”
Tetapi penggunaan nama untuk setiap anak laki-laki juga mengandung aspek lain. Dikhawatirkan sejak tahun-tahun pertama Islam bahwa nama Nabi mungkin akan menjadi ternoda karena terus-menerus dipakai di kalangan orang beriman. Tentu saja, kaum Muslim juga memanggil anak-anak mereka dengan nama-nama dari para nabi terdahulu, seperti Musa, Sulaiman, atau ‘Isa. Tetapi, tidakkah menyakitkan hati jika kita mendengar para orangtua mencela putra mereka Muhammad, mengata-ngatainya, atau jika ada orang yang bernama Muhammad dinyatakan sebagai penipu atau pezina?
Satu cara untuk mengatasi kesulitan itu adalah dengan menambahkan satu kata penghormatan jika menyebunama Nabi, seperti misalnya sayyidina. Cara lainnya adalah dengan vokalisasi yang berbeda jika digunakan untuk manusia biasa. Orang juga mungkin memendekkan nama itu. Dengan demikian, kita tidak perlu takut menodai nama Nabi yang mulia.

Berikut ini adalah nama-nama mulia Muhammad saw:

• ‘Abduhu, Hamba-Nya (surat 17:1, 53:10)

• ‘Abdullâh, Hamba Allah

• ‘Âdil, Yang Adil

• ‘Âqib, Yang Mengikuti, Yang Terakhir

• Abthahî, Milik al-Bathha (daerah di seputar Makkah)

• Ahmad (surat 61:6)

• Âkhir, Terakhir. Juga sebuah nama Allah

• Amîn, Yang Terpercaya (surat 26:107, 81:21)

• Amîr, Pangeran, Pemimpin

• Aulâ’, Yang Lebih Patut, Yang Lebih Baik (surat 33:6)

• Awwal, Pertama. Juga sebuah nama Allah

• Azîz, Yang Mulia (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah

• Basyîr, Pembawa Kabar-kabar Baik (surat 7:88)

• Bâthin, Yang Batin. Juga sebuah nama Allah

• Dâ’î, Penyeru (surat 33:46)

• Fâtih, Yang Membuka, Yang Menaklukkan

• Habîb Allâh, Sahabat Tercinta Allah

• Hâdî, Yang Memandu ke Kebenaran (surat 13:7)

• Hafî, Yang Tahu (surat 7:187)

• Hâfizh, Yang Menjaga. Juga sebuah nama Allah

• Hakîm, Yang Arif, Bijaksana. Juga sebuah nama Allah

• Hamid, Yang Memuji

• Hâ-mîm (permulaan surat 40:46)

• Haqq, Kebenaran (surat 3:86)

• Hârîsh ‘alaikum, Penuh Perhatian terhadap Anda (surat 9:128)

• Hasîb, Yang Mulia. Juga sebuah nama Allah

• Hâsyimî, Dari Keluarga HASyim

• Hâsyir, Yang Mengumpulkan Manusia (pada Hari Kiamat)

• Hijâzî, Dari Hijaz

• Jawwâd, Yang Pemurah

• Kalîm Allâh, Dia yang kepadanya Allah Berfirman (biasanya nama kehormatan Musa)

• Kâmil, Yang Sempurna

• Karîm, Yang Pemurah (surat 81:19). Juga sebuah nama Allah

• Khalîl, Sahabat Baik (biasanya nama kehormatan Ibrahim)

• Khâtam al-Anbiyâ’, Penutup Para Nabi (surat 33:40)

• Khâtim, Penutup (surat 33:40)

• Ma’lûm, Termasyhur

• Ma’mûn, Tepercaya

• Mad’û, Yang Diseru

• Mahdî, Yang Terbimbing Baik

• Mâhî, Yang Menghapus (kedurhakaan)

• Mahmûd, Yang Terpuji

• Manshûr, Yang Ditolong (oleh Allah), Yang Berjaya

• Masyhûd, Yang Tersaksikan

• Matîn, Yang Kukuh

• Mishbâh, Dian, Lampu (surat 24:35)

• Mubasysyir, Pembawa Kabar Baik (surat 33:45)

• Mubîn, Jelas, Nyata (surat 15:89)

• Mudatstsir, Yang Berselimut (surat 73:1)

• Mudharî, Dari Suku Mudhar

• Mudzakkir, Yang Mengingatkan

• Muhammad (surat 3:144, 33:40, 47:2, 48:29)

• Muharram, Yang Terlarang, Suci

• Mujîb, Yang Menjawab. Juga sebuah nama Allah

• Mujtabâ, Yang Terpilih

• Mukarram, Yang Mulia

• Munîr, Bercahaya (surat 33:46)

• Munjî, Yang Menyelamatkan, Yang Menyampaikan

• Muqtashid, Mengambil sebuah Jalan Tengah (surat 35:32)

• Murtadhâ, Yang Diridhai

• Mushaddiq, Yang Menyatakan Kebenaran (surat 2:101)

• Mushthafâ, Yang Terpilih

• Mutha’, Yang Ditaati (81:21)

• Muthahhar, Suci

• Muthî’, Taat

• Muzammil, Yang Terbungkus (surat 74:1)

• Nabî al-Rahmah, Nabinya Rahmat

• Nabî al-Tawbah, Nabinya Tobat

• Nabî, Nabi (banyak terdapat dalam al-Quran)

• Nadzîr, Pemberi Peringatan (surat 33:45 dan sering)

• Najî Allâh, Sahabat Karib Allah (biasanya nama kehormatan Musa)

• Nâjî, Keselamatan

• Nâshir, Yang Menolong. Juga sebuah nama Allah

• Qarîb, Dekat. Juga sebuah nama Allah

• Qâsim, Yang Membagi (sebenarnya Abû’l Qâsim, ayah Qasim yang merupakan kunyah/julukan atau panggilan yang lazim untuk Nabi)

• Qawî, Kuat. Juga sebuah nama Allah

• Quraisyî, Dari Suku Quraisy

• Ra’ûf, Lembut (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah

• Rahîm, Penyayang (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah

• Rasûl al-Malâhim, Rasulnya Pertempuran-pertempuran Hari-hari Terakhir

• Rasûl al-Rahmah, Rasulnya Rahmat

• Rasûl, Rasul, Utusan (banyak terdapat dalam al-Quran)

• Rasyîd, Yang Terbimbing (surat 11:78)

• Sayyid, Tuan (surat 3:39)

• Shâdiq, Yang Lurus, Tulus, Suci (surat 19:54), digunakan untuk Isma’il

• Shafî Allâh, Sahabat Tulus Allah (biasanya nama kehormatan Adam)

• Sirâj, Dian, Lampu (surat 33:46)

• Syâfi, Yang Menyembuhkan

• Syâhid, Saksi (surat 33:45)

• Syahîd, Yang Menyaksikan, Saksi. Juga sebuah nama Allah

• Syahîr, Termasyhur

• Syakûr, Yang Banyak Bersyukur. Juga sebuah nama Allah

• Thâhâ (surat 20:1)

• Thâsîn (surat 27:1)

• Thayyib, Yang Baik

• Tihâmî, Dari Tihama

• Ummî, Buta Huruf (surat 21:107)

• Walî, Sahabat, Yaitu Menolong, Yang Berbuat Kebaikan. Juga sebuah nama Allah

• Yâ Sîn (surat 36:1)

• Yatîm, Yatim (surat 93:6)

• Zhâhir, Yang Lahir, Eksternal. Juga sebuah nama Allah.



(Annemarie Schimmel)











Wallahu a'lam bishshawab.

Terima kasih, Semoga Bermanfaat

Rabu, 12 Mei 2010

Kompak dalam Rumah Tangga Ikang Fawzi & Marissa Haque dalam Mendidik Kedua Anaknya


Meski saat ini masyarakat bergerak menuju jeman keyboard, anak-anak masih perlu untuk belajar menulis menggunakan tangan. Menulis tangan jauh dari sekadar meletakkan huruf di atas kertas. Itu adalah satu kunci penting dari belajar membaca dan berkomunikasi. Bahkan fakta menurut para ahli, mengembangkan kemampuan menulis menguatkan kemampuan membaca dan begitu pula sebaliknya. Untuk dapat membaca dengan baik, anak-anak perlu memahami huruf serta bunyi yang ditimbulkan serta bagaimana bunyi itu keluar bila huruf-huruf dirangkai menjadi kata. Belajar untuk menulis huruf juga merupakan hal penting dalam memahami hal tersebut.

Menulis tangan penting, sebab anak-anak selalu diminta menggunakannya setiap saat di sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Anak yang terbiasa dengan tulisan otomatis dari keyboard akan kesulitan saat menulis atau mengerjakan tes, atau menyelesaikan tugas sekolah. Hal ini dapat ditebak, justru akan mempengaruhi rasa percaya diri dan keberadaan diri mereka di sekolah nanti.

Salah satu cara penting membantu anak mengembangkan kemampuan baca-tulis mereka adalah membuat mereka mempraktekan. Begitu anak anda mampu mengeja (kira-kira pada usia 1 tahun bagi kasus umum) tawarkanlah crayon lunak, atau spidol warna-warni dengan kertas besar dan biarkan ia bereksperimen.
Ketika anak anda semakin tumbuh, ciptakan ruang khusus seni dengan banyak kertas berwarna-warni dan berbagai macam perlatan seni seperti spidol, crayon, pastel, pensil warna, cat warna dan kuas. Anda bahkan dapat mendorong anak anda untuk menulis dan menggambar ketika anda sedang diluar rumah, dengan cara menyiapkan kapur, cat warna serta seember kecil air, kuas untuk mengecak “trotoar” anda. Semakin sering anak menggunakan tanggan mereka, mereka akan mengembangkan otot, kemampuan, dan kordinasi yang diperlukan untuk menulis huruf.

Begitu anak anda masuk sekolah dan mulai melakukan praktek menulis di sana, sebagai orang tua sebaiknya tetap lanjutkan menemukan cara-cara baru untuk mempraktekan di rumah. Seperti menyarankan anak menulis nota ucapan terimakasih untuk keluarga atau teman. Minta mereka menuliskan daftar belanja atau resep. Belilah buku atau gunakan journal serta sarankan anak anda menghabiskan waktu di akhir hari untuk menulis di dalamnya.

Jika tulisan tangan anak anda tetap terlihat acak-acakan dan sulit dibaca bahkan setelah mengikuti instruksi formal dari sekolah cobalah beberapa tips berikut,

Bantu anak anda untuk menulis dengan perlahan. Banyak anak kesulitan menulis karena mereka mencoba untuk melakukan dengan cepat. Beri semangat pada anak dengan memberi waktu menuliskan bentuk huruf dengan hati-hati dan benar.
Terangkan kesalahan yang dibuat oleh anak. Ajari mereka menggunakan penghapus.

Terapkan cara menulis formasi huruf dengan benar. Cara menulis A tentu tidak dengan cara menarik garis tengah terlebih dulu. Coba untuk mencari tahu dari guru-guru si anak bagaimana ia seharusnya menulis huruf dengan benar, dan dorong anak anda untuk mempraktekan menulis dengan pola tersebut. Menggunakan kertas bergaris akan sangat membantu

Pastikan anak memegan pensil dalam posisi benar saat menulis. Idealnya anak anda harus menggunakan dengan pegangan tripod-ala-tiga jari. Pensil harus berada di dekat ujung ibu jari dipegang bersama telunjuk dan jari tengah. Pensil plastik dengan pegangan solid ala kantoran mungkin membantu bila anak anda kesulitan memegang pensil dengan benar.

Latih anak denan banyak kata. Anda dapat melakukan itu dengan sesi membaca bersama, menunjuk kata di sekeliling (seperti tanda jalan, label produk, papan nama) dan menggantungkan contoh-contoh karya tulisan anak anda di berbagai tempat dalam rumah.

Sangat penting bagi semua anak, bahkan bagi mereka yang kesulitan untuk menulis, untuk tetap mempraktekkan menulis dengan tangan. Tentu saja anda boleh mengajarkan anak kemampuan mengetik, bahkan di usia bocah. Namun, kecuali ada rekomendasi terapi ahli tumbuh kembang anak, anak-anak tak seharusnya menggunakan komputer dengan keyboard untuk mengerjakan tugas sekolah saat teman-teman mereka menyelesaikan dengan tulisan tangan.

Anak-anak berkembang dengan percepatan berbeda, seperti halnya orang dewasa, hasil tulisan tangan bisa bermacam-macam di antara mereka. Beberapa anak memiliki kesulitan lebih besar mempelajari huruf-huruf, sementara yang lain mungkin kesulitan menulis rapi, atau menulis dengan gaya. Kadang beberapa masalah dalam menulis bisa menjadi pertanda masalah lain seperti kesulitan atau kelambatan dalam belajar.
Jika demikian, baru saatnya orang tua membawa anak untuk diperiksa oleh ahli tumbuh kembang anak. Cara ini bisa memastikan apakah anak anda benar-benar membutuhkan terapi atau panduan khusus, atau sekadar latihan tambahan di rumah.

Bagaimanapun belajar membaca dan menulis adalah salah satu kunci sukses di sekolah dan dalam kehidupan lebih luas. Ada baiknya beri waktu khusus membaca bagi anak, atau menghabiskan sebagian waktu dalam sehari untuk menulis surat kepada nenek si kecil. Ketika anda menulis bersama anak anda, anda telah membantu si kecil mengembangkan kemampuan penting mereka.

Sumber: parents.org

Kamis, 06 Mei 2010

Interpersonal Communications dalam Midlife-crisis Ayah & Ibuku: Bella Fawzi

Sumber: http://ui-fisip-bellafawzi.blogspot.com/

Seru menyaksikan bagaimana kedua orangtuaku Ikang Fawzi & Marissa Haque berjuang melawan kondisi alamiah yang dalam bahasa interpersonal communications sebagai phase dari midlife--Ibu Icha berusia 47 tahun dan Ayah Ikang pas 50 tahun. Masa tidak nyaman itu kata Ayah Ikang dan Ibu Icha sebagai the midlife-crisis.

Namun karena pada dasarnya kedua orangtuaku adalah para pembelajar dan dekat dengan dunia akademik, maka mereka berdua justru menjadikannya pembahasan dan penelitian longitudinal dengan metode PAR (participatory action research). Anehkah kedengarannya? Rasanya tidak bagi kami yang terbiasa/terekspos dengan teknik seperti itu sejak kecil.

Sebagai mahasiswa FISIP-UI jurusan komunikasi, apa yang saksikan sebagai data primer tersebut dapat saya kembangkan dalam penelitian lebih serius kedepannya. Karena bahannya terserak, serta data primer langsung melekat dalam kehidupan keseharianku--siapa lagi kalau bukan kedua orangtuaku alias Ayah Ikang dan Ibu Icha tercinta.

Sangat menarik, mereka berdua membuka FB (face book) dan blog khusus untuk tanya jawab kepada para links mereka. Semua saling belajar satu sama lainnya. Saya pikir, inilah pergeseran zaman dimana pihak yang superior sudah tidak ada lagi dalam dunia yang semakin merata kata Friedman--the world is flat!

Artinya kalau insya Allah doa sebagian besar masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan di-ijabah/dikabulkan oleh Allah SWT dan Ayahku Ikang Fawzi beserta Bapak Zainudin Hasan adik Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan menjadi pemimpin diwilayah administratif ini, maka akan lebih banyak lagi keluarga muda dan menengah-muda Lampung Selatan yang selamat dari urusan kawin-cerai yang didalam agama Islam dibolehkan namun tidak pernah disukai Allah Azza wa Jalla. Kenapa? karena mereka semua dapat berkonsultasi langsung kepada kedua orang tuaku, yaitu Ayah Ikang Fawzi (calon wakil Bupati Lamsel) dan Ibu Marissa Haque (calon wakil ketua PKK Lamsel).

Berikut cuplikan undngan dari blog yang saya maksudkan diatas:
"Bingkai Komunikasi Ikang & Marissa dalam Mid-life Crisis"

Blog ini kami buat sebagai ekspresi kami berdua--Marissa Haque & Ikang Fawzi--untuk berbagi tips dengan pasutri lain yang berusia kurang lebih seperti kami dimanapun anda berada. Ketika kita mulai merasakan ada masalah serius dalam berkomunikasi dengan pasangan tercinta, ada mutual-respect yang bergeser, atau mungkin juga sedang berada dalam kondisi psicho-phisiologic yang mirip dengan apa sedang kami berdua alami sekarang ini. Yaitu masa: "mid-life-crisis." Kami berdua akan sangat senang dan bersemangat dalam menyediakan waktu untuk sharing pengalaman melalui dunia maya ini. Bagi anda yang tertarik kiranya dapat mengirimkan surat/esei curhat kepada kami dengan alamat email:


Kami berusaha akan memberikan tips jalan keluar dari masalah anda semampu kami. Karena kami berdua juga tengah belajar untuk mencarikan jalan keluarnya. Bila ada yang berhasil kami lakukan, kenapa tidak untuk kami bagi kembali kepada anda semua. Dari pengalaman andapun kami berdua jadi dapat pembelajaran baru. Untuk seluruh nama yang masuk akan kami samarkan dengan hanya menulis-ulangkan initial nama pengirim. Jawaban dari tukar-pikiran/konsultasi akan kami kirimkan melalui email balasan pada alamat email yang tertera sebagai pengirim.

Salam kasih,

Ikang dan Marissa.

Rabu, 10 Maret 2010

Rumah Kasih Kami: Ikang dan Marissa

Rumah Kasih Persembahan dari Ikang Fawzi Suamiku: Marissa Haque

Hari ini tertanggal 10 Maret 2010, Ikang Fawzi suamiku tercinta masih di Lampung Selatan menjalankan sosialisasi untuk menjadi Wakil Bupati Lampung Selatan bersama adik Menteri Kehutanan Zulkiefli Hasan dari PAN bernama Zainuddin Hasan dari Golkar Lamsel.

Entah kenapa tiba-tiba hatiku mengharu-biru melihat kembali gambar depan (cover) majalah arsitektur bertajuk "Asri" terbitan 1997 lalu--edisi yang sudah lama sekali namun kami simpan dengan rapih diruanh perpustakaan keluarga. Sepotong ruang dibagian depan rumah yang kami berdua--bertiga dengan kakak kandung Ikang yang seorang arsitek lulusan Teknik Arsitektur UI/Kak Ade Fawzi--dengan cat decoratif dengan tema mediteranian.

Ikangku tercinta mencoba memberikan yang terbaik untuk istri dan kedua putrinya. Memang tak ada seorangpun suami paling sempurna benar didunia seperti apa yang diinginkan oleh pasangan hidupnya. Namun ditengah rasa sedih-kesal-geram oleh kehadiran kembali mantan kekasih/calon istri/cinta pertama suamiku melalui acara Sys NS di Metro TV dalam acara Zona 80 dan atau Zona Memori, termasuk juga  pertemuan-pertemuan mereka berdua dibeberapa acara TV lainnya yang kemudian dengan tanpa setitikpun rasa bersalah ataupun berdosa malahan lalu saling lempar baku-ledekan. Duh! seolah tidak ada pihak yang kemudian merasa tidak nyaman/tersinggung/marah setelah mengetahuinya/menyaksikan foto-foto serta komentar yang mereka lemparkan melalui internet!

Katakan seorang penyanyi tua bernama Sandro Tobing. Dia adalah sepupu mantan kekasih/calon istri/cinta pertama suamiku ketika kuliah di UI lalu. Perempuan mantan bunga dihati suamiku tercinta Ikang Fawzi selama 4 (empat tahun) lamanya adalah seorang penyanyi lagu melow (cengeng) bernama Christine Panjaitan. Bahkan ada celetukan yang menyebalkan (kampungan bin ndeso) yaitu jargon 'basi' semacam CLBK (cinta lama bersemi kembali) dan lain sebagainya. Termasuk beredarnya melalui internet foto-foto yang berisi kegiatan terbaru dari mereka berdua, antara lain: (1) forum Zona 80-an; (2) foto Ikangku tercinta dengan mantannya saat mulai baru pacaran: (3) lalu  saat ketika mulai melakukan pacaran back street;  (4) sampai mereka berdua menjelang putus-sambung-putus-sambung; (5) sampai mereka berdua DIPAKSA ibunya Christine Panjaitan bernama Nurmala Sitompul putus betulan karena Christine wajib menikah denganseorang dokter yang dijodohkan gereja mereka yang sama agama serta sukunya bernama dr. Maringan Tobing! Masya Allah... mungkin untuk Sys NS dan Ida Arimurti kedua pembawa acara Zona Memori Metro TV tersebut boleh jadi sangat menguntungkan.  Dikarena saya duga akan menjadi marketing tool mereka didalam me-leverage sponsor iklan yang akan masuk didalam acara tersebut.

Namun untuk kami berdua--Ikang suamiku tercinta dan saya Marissa Haque--acara Zona Memori di Metro TV kemudian merupakan pemicu pertengkaran kami berdua dikarenakan setiap Ikangku tercinta baru ketemu dengan Christine Panjaitan, dimanapun lokasinya lalu kemudian saat Ikangku pulang kerumah dia lalu seperti 'bengong' dan  kelihatan jadi seperti 'ayam sakit.' Dan satu hal lagi adalah Ikangku itu tidak pernah jujur kepada saya Marissa Grace binti Haque istrinya bahwa dia baru saja 'fota-foto' dan sepanggung dengan mantan kekasih/calon istri/cinta pertamanya yang sangat dia cintai--yang saya duga mulai sejak saat di UI dulu sampai dengan hari ini ditahun 2010--untuk bicara apa adanya dengan saya istrinya bahwa dia baru saja ketemuan dengan mantannya!

Ah... namun, bila saya memandang apa yang telah Ikangku tercinta berikan serta lakukan untuk kami bertiga, saya,  dan Bella-Kiki. Rasanya cinta monyet suamiku yang memang sangat mungkin muncul kembali ditahun 2009-2010 ini, seharusnya tidak ada lagi yang perlu saya khawatirkan/kesalkan. Karena bukankah sayapun juga punya kenangan cinta monyet dengan beberapa mantan-mantanku terdahulu sebelum suamiku memasuki kehidupan gadisku? Namun bedanya, sejujurnya saya tak pernah sekalipun demonstratif dan over-acting pakai pamer segala kepada khalayak Indonesia terkait dengan para mantan tersebut.

Karena seribu persen saya sadar para mantan-mantankupun telah memiliki istri yang sangat mungkin besar juga cemburunya kepadaku.

Ah! aya-aya wae... hidup ini memang 'nano-nano'... hehe... walaupun masih sangat kesal--walau tak lagi sekedar cemburu-lah wong sudah seumuran segini--bahwa saya masih ingin bersua dengan Christine Panjaitan simanis buluh perindu yang suaranya bening seperti genta pagi.

Saya Marissa Grace Haque ingin berkawan baik dengan dia, termasuk pada suatu saat ingin juga bisa diskusi hangat dengan dr. Maringan Diapari Lumban Tobing suaminya saat ini--yang sejujurnya sangat mirip dengan mantan pacar Batakku/bukan mantan calon suami yang juga ganteng dan bersuara merdu dari boru Siahaan (smile).

Semoga... karena 1 musuh terlalu banyak dan 1000 kawan terlalu sedikit. Insya Allaaaah... demikian adanya saya tuliskan dengan hati bening...

Jumat, 22 Januari 2010

Perkawinan Kami Harus Tetap di Pertahankan: Marissa Haque Fawzi

Apapun yang tejadi perkawinan kami harus tetap dipertahankan. Ujian kehidupan insya Allah akan membuat kami lebih kuat dan bijaksana. Amiiin... Ya Robbal Alalmiiin...
Ya Allah... I love him so much...

I Love Him So Much

I Love Him So Much
Insya Allah Cintaku Mentok pada Ikang Fawzi Seorang

Marsha Chikita Fawzi, Anak ke 2 Ikang Fawzi & Marissa Haque, 2010

Marsha Chikita Fawzi, Anak ke 2 Ikang Fawzi & Marissa Haque, dengan Psikomotorik yang Terlatih Berkelanjutan, 2010

Ikang Fawzi (Suami Marissa Haque): dalam “Cinta” Karya Adjie Soetama



"Salam Terakhir" Lagu & Syair Karya Ikang Fawzi

Links Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque

http://ui-fisip-bellafawzi.blogspot.com/

http://miss-bellafawzi.blogspot.com/

http://tv-bellafawzi.blogspot.com/

http://isabellamuliawatifawzi.blogspot.com/

http://chikita-artwork.blogspot.com/

http://cerita-musik-ayahikang.blogspot.com/

http://chikita-life-thought.blogspot.com/

http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

http://www.ikangfawzi.com/

http://ikangfawzi.blogdetik.com/

http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/

http://ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikangfawzi-liriklagu.blogspot.com/

http://bisnis-ugm-ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikang-marissa.blogspot.com/

http://marissahaque.blogdetik.com/

http://film-ikang-marissa.blogspot.com/

http://positifmarissa.blogspot.com/

http://waqf-fund-indonesia-marissahaque.blogspot.com/

http://ekonomisyariah-marissahaque.blogspot.com/

http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com/

http://politik-ekonomirakyat-marissahaque.blogspot.com/

http://riset-illegal-logging-marissa.blogspot.com/

http://riau-forum-previlegiatum-marissahaque.blogspot.com/

http://riset-bundamarissa-hutanriau.blogspot.com/

http://bundamarissa-psl-ipb.blogspot.com/

http://bundamarissa-islam.blogspot.com/

http://mafia-pendidikan-indonesia.blogspot.com/

http://marissa-haque-pilkada-banten.blogspot.com/

http://etikamoral-marissahaque.blogspot.com/

http://it-ict-marissahaque.blogspot.com/

http://marissa-soraya-shahnaz.blogspot.com/

http://bundamarissa-islam.blogspot.com/

http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com/

http://my-love-ikangmarissa.blogspot.com/

http://ikang-fawziku.blogspot.com/

http://ikang-fawziku-tercinta.blogspot.com/

http://bingkai-komunikasi-pasutri.blogspot.com/

http://bkkbn-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bkkbn-ikang-marissa.blogspot.com/

http://presiden-ri-kb-terbaik.blogspot.com/

http://lipi-ikangfawzi-kebunraya.blogspot.com/

http://nephentes-ikangmarissa.blogspot.com/

http://kebun-raya-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://berpolitik-ikangmarissa.blogspot.com/

http://properti-bisnis-ikangmarissa.blogspot.com/

http://realestate-indonesia-ikangfawzi.blogspot.com/

http://bisnis-properti-ugm-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bisnis-ugm-ikangfawzi.blogspot.com/

http://rei-ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikang-fawzi-lampung-selatan.blogspot.com/

http://pilkada-lamsel-2010.blogspot.com/

http://ikang-fawzi-lamsel-zainuddin-hasan.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://zainudin-hasan.blogspot.com/

http://perempuan-lamsel-2010.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-lampung-selatan.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-calon-bupati-lamsel.blogspot.com/

http://politikkerakyatandilampungselatan.blogspot.com/

Yang Mendoakan Keluarga Kami

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak
Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak
Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak
Untuk LP3I Pondok Gede, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Sepakat dalam Style Pendidikan Anak

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Kami berdua--Marissa Haque dan Ikang Fawzi--adalah bagian kecil dari KAGAMA, Keluarga Besar Civitas Academica Pasca Sarjana FEB-UGM (Fakultas Ekonomi Bisnis/Ikang & Marissa), dan dan FH-UGM (Fakultas Hukum/Marissa) Universitas Gadjah Mada. Semangat kami berdua untuk kembali kebangku kuliah adalah untuk mengasah kognisi, meningkatkan kompetensi diri melalui pencapaian prestasi akademik, serta memberi motivasi untuk selalu terpacu menuntut ilmu bagi kedua putri kami Bella & Kiki. Kedepannya, dengan segala kerendahan hati kami berharap agar dapat menjadi inspirasi bagi siapapun juga yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin muda negeri ini. Insya Allah...

Entri Populer